Waspadalah! , Diam Diam Anak Anda Konsumsi Narkoba, cara antisipasi bagi ortu.

Banyaknya anak remaja yang menyimpang berasal dari pergaulannya membawa dampak Anda sebagai orangtua wajib jeli dan berhati-hati betul. Apalagi kalau sang anak tengah memasuki jaman remaja yang condong labil dan ikut-ikutan. Bisa saja karena rasa penasarannya anak memakai narkoba. Nah, sehingga Anda dapat menghambat perihal ini berubah jadi masalah yang lebih besar, sebaiknya kenali dulu ciri anak kenakan narkoba berikut.

Ciri anak kenakan Narkoba

Suatu langkah yang baik, paham dan mengetahui sinyal anak memakai narkoba. Banyak sekali orangtua yang tidak mengetahuinya, sehingga tidak dapat menunjang anak mereka untuk berhenti menyalahgunakan narkotika.

Dengan mengetahuinya sejak awal, Anda miliki kesempatan untuk memberikan pengertian dan membantunya untuk berhenti memakai narkoba. Beberapa ciri dan tanda  yang dapat Anda amati kalau curiga anak kenakan narkoba yaitu:

  • Panik dan cemas
  • Mual dan muntah
  • Halusinasi atau tertawa tanpa alasan yang jelas
  • Peningkatan tekanan darah
  • Mata memerah
  • Pelupa

Namun, tanda-tanda ini berwujud selagi dan kadangkala muncul cuma beberapa jam. Bagi orangtua yang tinggal terpisah bersama anak, agak sulit lihat tanda-tanda ini. Selain gejala-gelaja tersebut, pergantian tabiat juga jadi sinyal khas berasal dari anak yang memakai narkoba.

Selain mengamati ciri, gejala, dan pergantian tabiat Anak, perihal lain yang dapat anda lakukan adalah bersama melacak paham lokasi-lokasi tersembunyi yang kemungkinan didatangi anak selagi kenakan narkoba.

Menghadapi anak yang memakai narkoba

Diskusikan bersama pasangan

Ketika paham anak memakai narkoba, Anda pasti dapat terkejut dan muncul berbagai perasaan emosional lainnya. Namun, menyatakan amarah kepada anak justru membuatnya makin lama tidak nyaman dan menolak segala komunikasi bersama Anda.

Menghadapi anak yang memakai narkoba perlu ‘strategi’ sehingga kondisi tidak makin lama memburuk. Diskusikan bersama pasangan, langkah apa yang dapat ditempuh. Anda dapat share peran bersama pasangan untuk memberikan pengertian kepada anak. Hindari untuk menyalahkan siapa saja juga pasangan dan anak.

Diskusikan bersama anak

Setelah Anda menegaskan bahwa sang anak memang kenakan narkoba, sebaiknya langsung ajak ia bicara. Hindari mengkonfrontasi anak, sebaliknya Anda wajib diskusikan perihal ini baik-baik padanya.

Salah satu perihal yang juga dapat Anda cobalah untuk memudahkan Anda berdiskusi bersama anak adalah paham dulu bagaimana pergaulannya. Anda dapat memulainya bersama mengajak teman-teman terdekatnya berbicara. Dengan begitu, Anda dapat paham bagaimana sang anak bergaul bersama teman-temannya, aktivitasnya sehari, dan lain-lain.

Dengan melacak paham apa yang anak pikirkan terkait teman-temannya yang memakai narkoba dan miliki masalah bersama perihal tersebut, anda dapat lihat bagaimana anak menanggapi kondisi tersebut.

Berdasarkan asosiasi Partnership of Drug-Free Kids, beberapa poin ini wajib diperhatikan kala berdiskusi bersama anak yang kenakan narkoba:

  • Ajak anak bicara kala ia tengah tidak di bawah efek obat atau alkohol sehingga emosinya lebih terkontrol dan lebih tenang.
  • Pahami bahwa tabiat yang menyatakan amarah dan tidak bersahabat, tidak dapat sukses membawa dampak anak terbuka dan mau mendengarkan. Jelaskan bahwa Anda pikirkan dan idamkan membantunya
  • Anda dapat menghendaki dukungan psikolog atau psikiater untuk mendiskusikan perihal ini. Ini dapat menunjang Anda hadapi berbagai kondisi yang muncul, juga kala anak menyangkal dan mengamuk.
  • Tawarkan solusi kepada anak terkait ketergantungannya bersama narkoba seperti informasi program rehabilitasi yang dapat diikutinya
  • Selama bicara bersama anak, usahakan untuk tidak menghakimi dan menyalahkan siapa saja atas kondisi ini. Anda dapat beberapa umpama pertanyaan seperti berikut:

Selama bicara bersama anak, usahakan untuk tidak menghakimi dan menyalahkan siapa saja atas kondisi ini. Anda dapat beberapa umpama pertanyaan seperti berikut:

  1. Bagaimana ayah/ibu dapat membantumu hari ini?
  2. Kira-kira apa alasanmu jadi memakai obat-obatan ini? Apa yang anda rasakan?
  3. Apa yang dapat membuatmu dan membantumu berhenti memakai obat-obatan?
  4. Bagaimana menurut anda kalau kami pergi ke tempat rehabilitasi?

Proses rehabilitasi untuk anak

Anak yang ketergantungan bersama narkoba wajib meraih penanganan berasal dari ahlinya. Anda dapat mengajak dan mendampinginya untuk menemui psikiater. Selama proses rehabilitasi, libatkan anak untuk mengambil alih keputusan sehingga ia jadi dihargai. Setiap kali berkunjung ke tempat rehabilitasi atau dokter, tanyakan terhadap anak anda apakah ia jadi nyaman dan lebih baik.

Minggu-minggu pertama merupakan selagi yang berat untuk dilalui karena tubuh anak yang miliki kebiasaan memakai narkoba dapat mendorong anak untuk memakai obat-obatan selanjutnya atau dikenal bersama arti withdrawal dengan sebutan lain sakau.

Gejala fisik dan psikologis terhadap kondisi ini dapat amat menganggu dan membawa dampak anak tidak nyaman. Anda dapat mengkaji dan konsultasikan kondisi-kondisi ini bersama dokter.

Selama proses rehabilitasi ini, anak dapat saja mendapat obat-obatan untuk mengendalikan kecemasan, depresi, gangguan tidur, mual, muntah, dan gejala-gejala lainnya. Awasi penggunaan obat-obatan ini dan wajib sesuai bersama wejangan dokter psikiatri.

Setelah menangani ‘kecanduan’ ini, proses rehabilitasi dapat fokus kepada edukasi, konseling, dan support. Anda juga dapat mengikuti kelas-kelas psikolog untuk menunjang anda selamanya suportif di dalam menunjang anak anda. Anak remaja di dalam proses rehabilitasi perlu dukungan dan rasa sayang berasal dari keluarganya.

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply

Logo
Login/Register access is temporary disabled
Compare items
  • Total (0)
Compare
0