RahasiaTentang Alat Reproduksi Pria!

Selama bertahun-tahun, pria kemungkinan amat mengerti kehadiran penis. Sayangnya, perihal tersebut tak menanggung seorang pria mengerti seluk beluk alat reproduksinya sendiri. Yuk, cari mengerti ulasan lengkap tentang alat reproduksi pria tersebut ini.

Mengenal alat reproduksi pria

Alat reproduksi pria terdiri dari lebih dari satu bagian. Setiap bagian dari organ reproduksi ini miliki fungsinya masing-masing. Berikut alat reproduksi pria yang perlu diketahui:

1. Penis

Jika wanita miliki vagina, maka pria miliki penis. Penis bukanlah otot, melainkan jaringan layaknya spons yang memuat darah. Ketika mengalami rangsangan, aliran darah akan mengalir masuk dan isi area kosong di dalamnya. Aliran darah yang deras ini kemudian menciptakan tekanan. Alhasil, penis menjadi membesar dan mengeras. Nah, moment inilah yang sering disebut ereksi.

Secara umum, penis miliki tiga bagian utama, yaitu pangkal, batang, dan kepala. Di ujung kepala penis terkandung lubang saluran uretra untuk mengeluarkan urin sekaligus mengeluarkan cairan air mani.

2. Testis

Orang awam mengenal testis bersama dengan sebutan pelir atau biji kemaluan. Organ satu ini berbentuk oval, layaknya telur ayam. Testis dibungkus oleh skrotum dan terdapat di belakang penis.

Testis kebanyakan akan menjadi tumbuh dikala seorang pria memasuki usia 10-13 tahun. Ketika organ ini tumbuh, kulit di sekitar skrotum nantinya akan diselimuti rambut halus, berwarna lebih gelap, dan menggantung ke bawah. Setiap pria miliki ukuran testis yang berebeda-beda.

Fungsi utama organ ini adalah memproduksi dan menaruh sperma. Tak hanya itu, testis termasuk bermanfaat untuk memperoduksi testosteron, yaitu hormon untuk beri tambahan pergantian pada bentuk tubuh pria sepanjang era pubertas  membuahkan sperma.

3. Skrotum

Skrotum alias buah zakar merupakan sebuah kantong kulit yang menggantung di belakang penis. Organ ini bermanfaat untuk membungkus testis dan mengontrol suhu testis. Ya, testis perlu berada pada suhu yang pas agar sanggup memproduksi sperma yang normal. Idealnya, testis perlu berada pada suhu yang sedikit lebih dingin daripada suhu tubuh.

Otot-otot khusus yang ada di dinding skrotum sangat mungkin testis untuk menegang dan mengerut. Testis secara alamiah akan mengerut atau mengecil ukurannya dikala mereka terkena suhu dingin. Sebaliknya, testis termasuk sanggup menjadi elastis dikala berada di suhu yang hangat.

Tips melindungi alat reproduksi pria

Merawat penis tak boleh sembarangan. Pasalnya, alat reproduksi pria ini amat sensitif. Salah perawatan justru sanggup memicu berbagai kasus kesehatan. Nah, manfaat menjauhkan perihal tersebut, tersebut anjuran melindungi alat reproduksi pria:

1. Bersihkan penis bersama dengan langkah yang benar

Membersihkan penis tak sekadar membasuhnya bersama dengan air saja. Ada lebih dari satu langkah yang perlu Anda mencermati agar kebugaran penis sanggup terjaga bersama dengan baik.

Setelah berkemih, bilas area pangkal penis termasuk testis dan rambut kemaluan bersama dengan air bersih. Pastikan area pangkal testis dan anus termasuk bersih dan bebas bau. Setelah itu, keringkan area tersebut bersama dengan baik dan menyeluruh.

Hindari menaburkan bedak, menyemprotkan deodoran, atau memakai sabun pewangi gara-gara sanggup memicu iritasi kulit.

Selain berkemih, Anda termasuk disarankan untuk membersihkan penis sebelum saat dan sesudah terjalin seksual. Hal yang serupa termasuk berlaku seandainya Anda selesai melakukan masturbasi.

2. Pilih celana di dalam yang tepat

Di pasaran, terkandung banyak sekali pilihan celana di dalam untuk pria. Secara umum, pilihlah celana di dalam yang berbahan katun dan tidak ketat.

Dikutip dari laman Healthline, peningkatan suhu di area penis dan skrotum tidak baik untuk sperma. Hal ini disampaikan oleh Dr. Tomer Singer, asisten dosen di Hofstra School of Medicine sekaligus ketua endokrinologi di Manhattan Hospital.

Yang tak kalah penting, jangan lupa untuk teratur pindah celana di dalam tiap tiap hari.

3. Pakai kondom

Kondom bermanfaat untuk mencegah terjadinya kehamilan yang tak diinginkan. Lebih jauh, kondom termasuk sanggup menolong Anda terhindar dari risiko penyakit kelamin.

Penyakit yang sanggup menyerang alat reproduksi pria

Berikut ini lebih dari satu penyakit yang paling sering menyerang alat reproduksi pria:

1. Impotensi

Impotensi atau yang termasuk dikenal bersama dengan disfungsi ereksi adalah keadaan dikala penis tidak sanggup mengeras (ereksi) secara optimal.

Disfungsi ereksi miliki lebih dari satu bentuk, layaknya tidak sanggup ereksi, ada masalah menjaga ereksi, hingga sanggup ereksi namun penis tidak cukup keras. Alhasi, pria menjadi ada masalah untuk penetrasi sementara terjalin seksual.

Kondisi ini sanggup berjalan sejalan bertambahnya usia pria. Akan tetapi, seorang pria termasuk sanggup mengalami impotensi gara-gara mengalami keadaan psikologis dan riwayat medis tertentu, gangguan hormon, kerusakan saraf di penis, hingga kelebihan berat badan.

2. Anorgasmia

Dalam lebih dari satu kasus, pria kemungkinan tidak sanggup meraih orgasme meski telah mendapatkan stimulasi yang memadai.

Kondisi ini sanggup disebabkan oleh banyak faktor, menjadi dari kasus hormonal atau penyakit saraf di sekitar alat reproduksi pria. Selain itu, riwayat penyakit layaknya diabetes termasuk sanggup memicu keadaan ini lebih kemungkinan terjadi.

3. Infeksi menular seksual

Berbagai infeksi menular seksual sanggup pengaruhi alat reproduksi pria. Penyakit menular seksual ini termasuk kutil kelamin, klamidia, gonore, sifilis, dan herpes genital.

Buang air kecil yang menyakitkan, keluarnya cairan yang tidak biasa dari penis, hingga penis menjadi nyeri terus-terus merupakan berbagai gejala khas dari infeksi menular seksual yang perlu Anda waspadai.

4. Gairah seksual rendah

Gairah seks rendah pada pria menggambarkan penurunan minat mereka pada aktivitas seksual.

Meski sanggup berjalan sejalan bertambahnya usia, gairah seksual rendah termasuk sanggup disbeabkan oleh banyak faktor, layaknya model hidup tidak sehat, riwayat penyakit tertentu, atau dampak hormon.

5. Penyakit dan keadaan lainnya

Jika Anda tidak melindungi kebersihan organ intim ini bersama dengan baik dan benar, maka Anda lebih rentan terkena berbagai infeksi. Salah satunya infeksi jamur. Infeksi jamur sanggup memicu ruam kemerahan dan bercak putih pada panis.

Kulit dan kepala penis termasuk sanggup mengalami peradangan dan mengakibatkan rasa nyeri. Dalam arti medis, keadaan ini disebut bersama dengan balanitis. Balanitis sanggup memicu rasa sakit dan keluarnya kotoran dari penis yang berbau busuk. Kondisi ini cenderung lebih sering berjalan pada pria yang tidak disunat.

Selain itu, pria termasuk sanggup mengalami penis bengkok, yang di dalam arti medis disebut penyakit Peyronie. Penyakit Peyronie adalah kasus pada penis yang disebabkan oleh jaringan parut, atau disebut plak, yang terbentuk di di dalam penis.

Penyakit ini sanggup memicu penis bengkok ke atas atau ke samping. Kebanyakan pria bersama dengan penyakit Peyronie masih sanggup terjalin seks. Akan tetapi, kemungkinan terasa sangat sukar dan menyakitkan.

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply

Logo
Login/Register access is temporary disabled
Compare items
  • Total (0)
Compare
0