Kepala Kliyengan Terasa Melayang? Ini 5 Penyebabnya.

Pernahkah tiba-tiba Anda mengalami kepala yang merasa seolah melayang atau ringan? Perasaan melayang di kepala atau dikenal bersama lightheadedness merupakan anggota berasal dari kepala pusing, tersedia pula yang menyebutnya kliyengan. Kondisi ini bisa membuat seseorang merasa nyaris pingsan.

Sebenarnya, apa yang membuat terjadinya situasi ini? Yuk, review ulasannya selanjutnya ini.

Penyebab kepala merasa seolah melayang (kliyengan)

Kepala pusing bisa dideskripsikan bersama beragam gejala, tidak benar satunya kepala Anda yang merasa seolah melayang. Orang terhitung menyebutnya bersama kepala yang merasa ringan.

Munculnya sensasi tidak menggembirakan di kepala ini ternyata bisa disebabkan oleh beragam macam hal. Berikut beragam penyebab yang biasanya kerap membuat kepala merasa ringan.

1. Efek samping pemakaian obat

Setiap obat memiliki efek samping sehabis diminum. Contohnya, seperti kepala merasa mudah dan melayang-layang.

Obat yang mengundang efek samping selanjutnya biasanya bekerja bersama turunkan tekanan darah atau membuat Anda lebih kerap buang air kecil (diuretik).

Jika efek samping selanjutnya membuat Anda tidak nyaman, lakukan konsultasi ke dokter. Minta dokter untuk mengimbuhkan obat lain atau mengatur lagi dosisnya.

2. Dehidrasi

Efek samping pemakaian obat diuretik, ternyata tidak jauh tidak serupa bersama dikala Anda mengalami dehidrasi. Keduanya pertanda

tubuh kekurangan cairan sehingga bisa membuat Anda merasa kliyengan.

Dehidrasi bisa berlangsung dikala suhu udara sangat panas dan Anda kurang minum. Bisa terhitung berlangsung dikala Anda demam tinggi dan tubuh terus mengeluarkan keringat.

Tanpa cairan yang mencukupi, volume darah akan menurun. Akibatnya, darah yang mengalir ke otak akan menyusut dan membuat kepala merasa melayang.

Untuk menanggulangi situasi ini, segelas air adalah solusi terbaik. Selain air, cairan tubuh terhitung bisa didapatkan berasal dari makanan, seperti buah, sayur, dan sup.

Pada situasi yang kritis, Anda kemungkinan memerlukan infus sampai situasi Anda lagi stabil.

3. Tekanan darah alami penurunan sementara

Sistem saraf otonom membantu tubuh untuk mengatur perubahan tekanan darah dikala Anda berdiri.

Seiring bertambahnya usia, sistem ini akan memburuk sehingga membuat penurunan tekanan darah sementara.

Kondisi ini disebut terhitung bersama hipotensi ortostatik yang bisa mengundang kepala kliyengan.

Turunnya tekanan darah selagi ini biasanya bersifat jangka panjang. Namun, Anda tidak perlu kuatir gara-gara beberapa obat bisa kurangi gejalanya, seperti fludrocortisone atau midodrine.

Konsultasikan lebih dahulu terhadap dokter sebelum Anda menggunakan obat ini.

4. Gula darah rendah

Glukosa adalah makanan utama bagi otak. Ketika asupan gula menurun, takaran gula darah akan ikut menurun.

Akibatnya, tubuh terhitung otak akan menggunakan daya sesedikit mungkin. Kondisi ini bisa membuat kepala Anda tiba-tiba merasa seolah melayang.

Makan camilan atau minum jus bisa membantu Anda untuk menormalkan lagi gula darah.

Jika menurunnya gula darah perihal bersama diabetes, Anda perlu rutin mengecek gula darah. Jangan lupa, untuk lakukan minum obat diabetes dan cek kebugaran secara rutin.

5. Serangan jantung dan stroke

Pada masalah parah, kliyengan bisa jadi tanda serangan jantung atau stroke. Biasanya, tanda-tanda seperti sesak napas, nyeri dada, atau kelemahan di tidak benar satu segi tubuh akan menyertai.

Namun terhadap lansia, kepala yang seolah merasa melayang bisa jadi tanda-tanda serangan jantung atau stroke.

Apalagi jikalau tanda-tanda selanjutnya sangat kerap terjadi. Langkah yang paling pas untuk mengatasinya adalah langsung memeriksakan kebugaran Anda ke dokter.

Haruskah pergi ke dokter?

Kepala kliyengan biasanya menyerang orang dewasa dan lansia. Meskipun tidak semua penyebabnya membahayakan jiwa, bukan berarti Anda boleh menyepelekannya.

Seorang asisten dosen anggota Penanganan Kegawatdaruratan di Harvard Medical School, dr. Shamai Grossman, menyatakan, “Jangan abaikan kondisi, sama sekali lightheadedness bukan disebabkan oleh penyebab serius. Ini bisa membuat cedera serius gara-gara terjatuh akibat keseimbangan terganggu.”

Jangan tunda konsultasi ke dokter, jikalau kepala merasa melayang yang Anda alami dibarengi bersama situasi berikut:

  • Sakit dada sampai menyebar ke tempat lengan, leher, dan rahang
  • Mual dan disertai sakit kepala parah
  • Satu segi tubuh merasa lemah, mati rasa, atau tidak bisa digerakkan
  • Detak jantung jadi lebih cepat atau tidak teratur

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply

Logo
Login/Register access is temporary disabled
Compare items
  • Total (0)
Compare
0