Jitu! 3 Cara Mengoptimalkan Kemampuan Kognitif Otak Anda

Anda mungkin dulu mendengar atau bahkan telah tidak asing lagi dengan kata “kognitif”. Namun, yakinkah paham artinya? Kognitif adalah salah satu keterampilan penting di dalam hidup yang turut pilih bagaimana Anda berkembang dan bersosialisasi. Entah di dalam keseharian, lingkungan sekolah, atau lingkungan kerja. Sama layaknya keterampilan lainnya, kekuatan kognitif kita bisa tetap diasah supaya selamanya sempurna hingga tua nanti.

Kognitif adalah keterampilan berpikir

Kognitif adalah keterampilan inti yang kita perlukan untuk melakukan tugas apa pun, dari yang paling sederhana hingga paling rumit sekalipun.

Keterampilan ini dimotori oleh kerja otak untuk memproduksi dan memproduksi informasi baru yang kita terima dengan runutan langkah dari membaca, memperhatikan, belajar, berpikir dan menalar, memecahkan masalah, dan mengingat supaya lantas tersimpan di dalam ingatan jangka panjang. Selain itu, keterampilan ini juga menopang kita untuk berkomunikasi dan mengambil alih keputusan.

Sederhananya, kekuatan kognitif adalah bagaimana langkah kita berpikir yang juga mencerminkan potensi kecerdasan otak. Pasalnya, ada banyak perihal yang terlibat di dalam proses pengolahan informasi di otak. Sejak informasi selanjutnya diterima hingga akhirnya berhasil dimengerti dengan baik. Jadi tak hanya dengan membaca, Anda juga sesungguhnya bisa mengambil alih dan memproduksi informasi dengan mendengarkan, mencontoh, menonton, membaui, atau sekadar mengamati lingkungan lebih kurang Anda.

Ya. Sadar atau tidak, seluruh aktivitas selanjutnya mengfungsikan peran faedah kognitif Anda. Itu kenapa keterampilan kognitif tidak bisa dianggap sepele. Fungsi kognitif turut berkembang sejak umur kanak-kanak bersama dengan proses tumbuh kembang fisik hingga dewasa. Masing-masing orang punyai kekuatan kognitif yang berbeda-beda, terkait bagaimana dan seberapa baik mereka memproduksi informasi yang didapatkan.

Masalah kesehatan yang bisa mengganggu fungsi kognitif

penyakit alzheimer

Kognitif adalah kekuatan otak yang jadi tidak benar satu faktor utama di dalam pilih mutu hidup seseorang. Sayangnya, faedah otak yang satu ini cenderung merasa perlahan mengalami penurunan menginjak umur dewasa akhir. Penurunan keterampilan faedah kognitif otak juga bisa terbujuk oleh keadaan kesegaran tubuh masing-masing orang.

Berbagai persoalan kesegaran yang mengenai dengan faedah kognitif adalah:

1. Alzheimer

Alzheimer adalah kerusakan sel otak yang merubah faedah kognitif. Penyakit ini ditandai dengan penurunan daya ingat (sering pikun), perubahan perilaku, dan juga kesulitan bicara dan berkomunikasi.

Alzheimer umum muncul di umur tua, biasanya merasa umur 65 th. ke atas. Namun, bermacam gejala Alzheimer tidak berjalan segera dan serentak secara tiba-tiba. Melainkan berkembang secara bertahap bersamaan pertambahan usia. Perkembangan gejala mulanya bahkan bisa muncul sedini di umur 40-50an.

2. Demensia

Demensia dan Alzheimer sama-sama perlihatkan gejala khas yang serupa, yaitu ringan lupa (pikun). Keduanya juga sama-sama mengganggu faedah kognitif Anda. Tidak heran jikalau keduanya sering dianggap sama. Padahal, tidak.

Alzheimer adalah penyakit penyebab dari 60-70 % persoalan demensia. Ya. Demensia adalah bentuk dari langkah perkembangan Alzheimer paling akhir. Pada demensia, rusaknya faedah kognitif otak telah telanjur berat supaya menahan kekuatan berpikir, daya ingat, dan juga merubah tingkah laku pengidapnya.

Demensia bisa juga termasuk keadaan yang lebih spesifik, layaknya penyakit Parkinson, cedera otak berat, dan lain sebagainya.

3. Stroke

Stroke adalah penyumbatan aliran darah di dalam pembuluh darah di otak. Ketika otak tidak beroleh pasokan oksigen dan nutrisi yang mencukupi, sel dan jaringan sehat otak akan merasa melemah dan lantas mati.

Fungsi kognitif adalah tidak benar satu sasaran serangan stroke. Itu kenapa stroke bisa memicu pengidapnya sering kesulitan beraktivitas layaknya sebelumnya. Stroke bisa mengganggu konsentrasi untuk berpikir, kesulitan bicara dan berbahasa, kesulitan mengingat, bahkan juga menahan kekuatan motorik tubuh Anda.

Bagaimana caranya meningkatkan fungsi kognitif?

Berbagai langkah selanjutnya ini bisa dilakukan untuk mengoptimalkan kekuatan kognitif anda supaya terhindar dari gangguan-gangguan di atas:

1. Rutin beraktivitas fisik

olahraga mengecilkan perut

Sebuah penelitian th. 2013 yang dilakukan oleh Dana-Farber Institute dan Harvard Medical School, mendapatkan bahwa aktivitas fisik rutin berdampak positif terhadap peningkatan faedah kognitif.

Hal ini karena selama Anda beraktivitas, tubuh akan membuahkan hormon khusus yang dipercayai baik bagi kerja daya ingat.

Bukan hanya itu saja, hormon selanjutnya juga dipercayai punyai efek dukungan membuat kesegaran saraf, dan juga mengaktifkan gen yang terlibat di dalam proses pembelajaran

2. Berinteraksi sosial

berkomunikasi dengan orang tuli

Interaksi sosial tidak hanya menopang menjaga tali silaturahmi. Di sisi lain aktivitas ini juga berguna baik bagi kekuatan kognitif Anda. Terbukti dari penelitian punya University of Chicago th. 2014 yang mengutarakan bahwa rasa kesepian ternyata memicu penurunan faedah kognitif dan psikologis lebih cepat.

Sadar atau tidak, tidak cukup terhubung diri dengan orang-orang lebih kurang bisa memicu Anda kesulitan tidur, mengalami peningkatan tekanan darah, ringan stres, lebih ringan sakit, hingga bahkan menaikkan risiko depresi.

Kesemua perihal tersebutlah yang terhadap akhirnya mengganggu faedah kognitif otak. Maka, tidak ada salahnya untuk sekadar basa-basi dengan tetangga atau tukang ojek online Anda. Psstt… Bergosip dengan pasangan juga mungkin membantu. Asalkan tidak mencibir orang lain, ya!

3. Meditasi

teknik meditasi

Cara lain yang bisa Anda melakukan untuk mengoptimalkan faedah kognitif adalah dengan bermeditasi, entah di ruangan atau alam terbuka. Penelitian dari Harvard Medical Center beroleh hasil menarik bahwa meditasi nyatanya membawa ketenangan batin dan emosional yang bisa merubah langkah kerja otak secara lebih positif.

Hal yang sama juga dilaporkan oleh belajar lain dari Rutgers University. Peneliti melaporkan bahwa meditasi selama 30 menit yang diikuti latihan aerobik selama 30 menit di dalam 8 minggu turunkan gejala depresi hingga 40 persen. Mereka jadi lebih bisa mengendalikan diri untuk tidak cemas dan membayangkan hal-hal negatif.

Perubahan selanjutnya berperan penting untuk memperlambat penurunan faedah kognitif bersamaan pertambahan usia.

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply

Logo
Login/Register access is temporary disabled
Compare items
  • Total (0)
Compare
0