3 Tips Cerdas Merawat Handuk Agar Tetap Sehat Dan Bersih

Setelah mandi, Anda pasti bakal mengeringan badan pakai handuk, ‘kan? Kecuali terkecuali rela pakaian Anda nanti jadi basah. Nah karena handuk selamanya bersentuhan langsung bersama dengan kulit, langkah pilih dan merawatnya tidak boleh sembarangan, lho! Sudah tahukah Anda bagaimana wajib mencucinya dan kapan wajib ganti bersama dengan yang baru?

Cara pilih bahan handuk yang tepat

Kebanyakan orang bisa saja bakal belanja kain yang lembut dan memiliki warna cantik. Kalau bisa, yang termasuk memiliki motif menarik. Namun, pertimbangan Anda jangan berhenti hingga di situ saja. Ketika dihadapkan oleh beragam pilihan, pastikan:

1. Jangan hanya disentuh

Sebagian besar orang pasti tanpa pikir panjang langsung pilih handuk yang lembut. Meski begitu, masih ada bisa saja bahwa kain berikut telah diberi pelembut lebih pernah sepanjang proses pembuatannya. Hal inilah yang membuat sensasi lembutnya terus bertahan hingga di toko.

Padahal, sensasi kelembutan itu umumnya tidak bakal bertahan lama. Setelah beberapa kali dicuci, Anda bakal merasakan tekstur bahan aslinya ternyata tidak sehalus sementara pertama.

Solusinya, cobalah periksa label keterangan yang tercantum di sisi samping jahitan. Pilihlah kain pengering tubuh yang bertuliskan 100% katun untuk meyakinkan kain berikut lembut dan menyerap air bersama dengan sempurna.

2. Tentukan ukurannya

Handuk ada di dalam bermacam ukuran berbeda. Nah, yang wajib Anda melakukan adalah mengatur bersama dengan keperluan dan ukuran badan.

Jika badan Anda termasuk besar dan mendambakan kain berikut mampu menutupi nyaris semua badan, Anda mampu pilih ukuran tengah atau besar.

Bagi Anda yang hanya mementingkan faedah penyerapan airnya, cukup pilih yang berukuran kecil saja. Meski kecil, kain itu telah cukup efektif untuk sekadar mengeringkan tubuh.

3. Cek ketebalannya

Jangan hanya sekadar dilihat, tapi pegang termasuk bahan kain tersebut. Coba memperhatikan secara seksama bulu-bulu handuknya, apakah tidak tipis atau tipis.

Kain pengering tubuh yang tidak tipis memiliki banyak bulu-bulu, supaya tidak menambahkan cela bagi Anda untuk memandang dasar permukaannya. Ini membuat kain mampu menyerap banyak air.

Sebaliknya, bulu-bulu yang pendek umumnya berarti bahwa kain berikut tipis dan tidak terlampau efektif menyerap air.

4. Cek jahitannya

Jahitan yang menyusur di samping handuk merupakan kunci keawetan dan ketahanan bahan. Handuk yang bagus adalah yang memiliki jahitan kuat, tidak ada tanda-tanda benang yang terurai.

Maka itu, sebaiknya periksa jahitan lebih-lebih dahulu sebelum akan mengambil keputusan untuk membelinya.

Tips merawat handuk yang tepat supaya awet

Handuk yang dipakai tiap tiap kali habis mandi rentan sekali jadi lembap. Jika tidak dirawat bersama dengan baik, kain pengering tubuh ini diam-diam mampu jadi sarang kuman, lho! Maka jangan digantung di di dalam kamar tiap tiap kali habis pakai.

Di antara jadwal pencuciannya, angin-anginkan kain di bawah sinar matahari langsung. Selain untuk mengeringkannya buat dipakai lain kali, menjemur termasuk sekaligus membunuh bakteri yang bersembunyi di antara serat kainnya.

Waktu ideal untuk membasuh handuk

Meski telah dikeringkan tiap tiap kali habis pakai, handuk yang dipakai berulang kali selamanya wajib dicuci secara rutin. Sebab bakteri mampu singgah berasal dari mana saja dan lantas bersembunyi di di dalam serat bahannya. Bakteri bisa saja saja berasal berasal dari air mandi yang diserap berkali-kali, berasal dari badan Anda, atau berasal dari lingkungan sekitar.

Oleh karena itu, Anda direkomendasikan untuk rutin membasuh handuk tiap tiap 2-3 hari sekali terkait seberapa sering penggunaannya. Kain pengering yang hanya digunakan sehari sekali mampu digunakan hingga tiga kali sebelum akan wajib dicuci. Sementara terkecuali Anda jadi biasa mandi dua kali, cuci kain pengering badan Anda sesudah 3-4 kali digunakan.

Namun, memperhatikan termasuk langkah mencucinya. Setiap handuk umumnya memiliki ketentuan perawatan yang tercantum pada label. Entah itu wajib dicuci bersama dengan air hangat, tidak boleh dicuci bersama dengan mesin cuci, tidak boleh pakai terlampau banyak detergen, dan lain sebagainya.

Maka sebelum akan dimasukkan di dalam mesin cuci, baca pernah labelnya. Memerhatikan ketentuan cuci dan perawatannya mampu menolong memperpanjang umur pakainya.

Waktunya mengganti handuk bersama dengan yang baru

Terlepas berasal dari seberapa sering Anda membasuh dan merawatnya supaya selamanya bersih dan wangi, handuk yang usang selamanya berisiko membuat penyakit tertentu. Maka, rela tidak rela Anda wajib menggantinya bersama dengan yang baru.

Bagaimana caranya sadar handuk yang paling disayangi sudah tidak ulang layak pakai? Pertama, cek apakah tekstur serat bahannya masih mirip layaknya sementara pertama kali Anda membelinya. Handuk yang telah terlampau lama dipakai mampu kehilangan serat bahannya karena telah terlampau sering dicuci dan dijemur. Semakin sering digunakan, maka kekuatan serap kainnya semakin berkurang.

Kedua, kain pengering tubuh telah berbau apek dan tidak sedap. Bau berikut berbeda bersama dengan bau apek yang mampu hilang sesudah dicuci. Ketika bau berikut tidak kunjung hilang meskipun telah dicuci berkali-kali, ini sementara yang tepat untuk membuang dan menggantinya bersama dengan yang baru.

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply

Logo
Login/Register access is temporary disabled
Compare items
  • Total (0)
Compare
0